Minggu, 18 Maret 2012

Prostitusi

1.   Pengertian Prostitusi

Prostitusi atau pelacuran adalah penjualan jasa seksual, seperti seks oral atau hubungan seks, untuk uang. Seseorang yang menjual jasa seksual disebut pelacur, yang kini sering disebut dengan istilah pekerja seks komersial (PSK).

Dalam pengertian yang lebih luas, seseorang yang menjual jasanya untuk hal yang dianggap tak berharga juga disebut melacurkan dirinya sendiri, misalnya seorang musisi yang bertalenta tinggi namun lebih banyak memainkan lagu-lagu komersil. Di Indonesia pelacur sebagai pelaku pelacuran sering disebut sebagai sundal atau sundel. Ini menunjukkan bahwa prilaku perempuan sundal itu sangat begitu buruk hina dan menjadi musuh masyarakat, mereka kerap digunduli bila tertangkap aparat penegak ketertiban, Mereka juga digusur karena dianggap melecehkan kesucian agama dan mereka juga diseret ke pengadilan karena melanggar hukum. Pekerjaan melacur atau nyundal sudah dikenal di masyarakat sejak berabad lampau ini terbukti dengan banyaknya catatan tercecer seputar mereka dari masa kemasa. Resiko yang dipaparkan pelacuran antara lain adalah keresahan masyarakat dan penyebaran penyakit menular seksual, seperti AIDS yang merupakan resiko umum seks bebas tanpa pengaman seperti kondom.

Di kalangan masyarakat Indonesia, pelacuran dipandang negatif, dan mereka yang menyewakan atau menjual tubuhnya sering dianggap sebagai sampah masyarakat.

Ada pula pihak yang menganggap pelacuran sebagai sesuatu yang buruk, malah jahat, namun toh dibutuhkan (evil necessity). Pandangan ini didasarkan pada anggapan bahwa kehadiran pelacuran bisa menyalurkan nafsu seksual pihak yang membutuhkannya (biasanya kaum laki-laki); tanpa penyaluran itu, dikhawatirkan para pelanggannya justru akan menyerang dan memperkosa kaum perempuan baik-baik.

Salah seorang yang mengemukakan pandangan seperti itu adalah Augustinus dari Hippo (354-430), seorang bapak gereja. Ia mengatakan bahwa pelacuran itu ibarat "selokan yang menyalurkan air yang busuk dari kota demi menjaga kesehatan warga kotanya."





2.   Faktor-Faktor Penyebab Prostitusi

Faktor Eksternal:
-          Lingkungan yang jelek.
-          Adanya penipuan.
-          Sosialisasi yang tidak sempurna.
-          Kebiasaan menonton film-film porno.
-          Banyaknya situs-situs porno yang beredar.

Faktor Internal:
-          Faktor ekonomi.
-          Adanya broken home.
-          Putus cinta hingga frustasi.
-          Hasrat seks yang berlebihan.
-          Keinginan sendiri.

3.   Akibat / Dampak Prostitusi

-          Penyakit AIDS oleh HIV menyebar luas.
-          Ketagihan, tidak bisa menahan diri.
-          Rusaknya generasi muda.
-          Tingkat kriminalitas meningkat.
-          Tingkat kematian meningkat.
-          Banyak anak lahir diluar nikah.
-          Banyaknya pemukiman kumuh.
-          Terkena penyakit kelamin.
-          Banyak aborsi.
-          Orang tersebut akan dikucilkan masyarakat.
-          Kelakuannya akan buruk.
-          Nama baiknya rusak.










4.   Cara Mencegah dan Mengatasi Prostitusi

Secara preventif:
-          Sosialisasi tentang bahaya prostitusi/pelacuran di sekolah.
-          Menampung anak-anak jalanan.
-          Lebih memperhatikan anak.
-          Memperketat pembuatan situs-situs.
-          Membuat UU tentang prostitusi di masyarakat.

Secara represif:
-          Diberikan ceramah agama.
-          Dibawa ke panti rehabilitasi.
-          Menutup tempat pelacuran.
-          Menutup situs-situs pornografi.

Jangan lupa di follow ya blognya..
Share ke teman-teman jga..
Tinggalkan komentar jga :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar